Rabu, 11 Maret 2009

Belajar Java…!!! Siapa Takut….

Belajar Java…!!! Siapa Takut….

Sepertinya sangat sepele sekali atau menyepelekan dari konteks judulnya. Apalagi yang berasal dari suku Jawa, jangan mengira itu dapat dengan mudah dimengerti dan dikuasai. Sah-sah saja jika ada yang beranggapan seperti itu. Di alam demokrasi ini. Atau silakan untuk mempresentasikan semuanya. Tetapi dengan nawaitu yang tulus dan kemauan yang mendalam serta tekad yang kuat. Bismillah.. Insya Alloh dimudahkan semuanya dan menjadi tak takut lagi. Sekarang ini, banyak sekali pilihan-pilihan yang dapat kita tentukan dari berbagai macam pilihan yang ada. Begitu juga dengan penggunaan bahasa pemrograman Java. Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang berbasis OOP (Object Oriented Programing). Yang menjadi orientasi dari pemrograman OOP adalah objek. Apa itu objek? Objek adalah entitas, berwujud maupun tak berwujud, yang mempunyai kondisi atau statusnya akan dicatat. Sebuah sistem OOP, terdiri dari interaksi antar objek, ini mempunyai arti bahwa setiap data dan method (fungsi) yang memproses data disimpan ke dalam class-class yang dapat dipanggil secara terpisah dan mandiri serta dapat berkomunikasi antar sesamanya.
Ada beberapa konsep dalam pemrograman berbasis Object Oriented Programming. Di dalam pemrograman Java konsep-konsep OOP nya adalah :
1. Abstraction
Pada dasarnya abstaksi adalah menemukan hal-hal yang sifatnya esensial pada suatu objek dan mengabaikan hal-hal yang sifatnya insidental. Artinya berfokus pada apa itu objek dan kegiatan yang dilakukannya agar dapat diterapkan. Dengan adanya konsep abstraksi diharapkan lebih memahami persoalan-persoalan sebelum melakukan Desain dan penerapannya.
Contoh Program adalah :

















Outputnya adalah :











2. Encapsulation (Pembungkusan)
Enkapsulasi berarti Meninggalkan aspek eksternal dan objek yang dapat diakses oleh objek lain dan memfokuskan diri pada implementasi internal pada suatu objek. Dapat pula diartikan sebagai pengkapsulan yang artinya adalah pembungkus. Pembungkus disini dimaksudkan untuk menjaga suatu proses program agar tidak dapat diakses secara sembarang atau di intervensi oleh program lain.
Contoh enkapsulasi dalam sebuah perumpamaan misalnya sistem Menjalankan mobil dan sistem menjalankan sepeda kumbang. Kerja sistem menjalankan mobil tidak dapat mempengaruhi kerja dari sistem menjalankan sepeda kumbang, begitu pula sebaliknya. Karena di dalam sistem menjalankan sepeda kumbang yang tinggal di genjot tersebut, kita tidak perlu mengetahui bagaimana kinerja dari sistem menjalankan mobil dengan cara pengapian
Begitulah konsep dari enkapsulasi, dia akan melindungi sebuah program dari akses ataupun intervensi dari program lain yang akan mempengaruhinya. Hal ini menjaga keutuhan program yang telah dibuat sesuai dengan deskripsi atau konsep dari program itu sendiri yang telah ditentukan dari awal.
Contoh dalam program :









Outputnya adalah :

3. Inheritance (Pewarisan / Turunan )
Inheritance atau pewarisan merupakan konsep OOP yang mudah di pahami. Pewarisan atau turunan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dari manusia atau mahluk hidup lainnya. Jika kita coba untuk mengambil contoh nyata adalah diri kita sendiri yang merupakan “turunan” dari orang tua kita. Ataupun seekor kambing yang merupakan turunan dari induknya. Inheritance atau pewarisan dapat dibilang seperti sistem hirarki keturunan manusia, untuk jenjang yang paling atas disebut dengan induk atau orang tua sedangkan jenjang yang berada dibawahnya disebut dengan anak dan tentunya sorang anak akan mewarisi sifat-sifat dari orang tua atau induknya.
Didalam pemrograman java, Inheritance merupakan turunan dan pengembangan dari sebuah class menjadi class lainnya dan mempunyai suatu hubungan antar class dan mewarisi (inherits) semua attribute dan method dari class pendahulunya. Untuk class yang class baru
4. Polymorphism (Polimorfisme / Berubah Bentuk)
Suatu object yang dapat memiliki berbagai atau banyak bentuk yang menjadi object dari class nya sendiri ataupun object dari superclass nya adalah merupakan konsep OOP dari Polymorphism. Polymorphism adalah serperti kepribadian berganda, yang mana satu nama dapat berperilaku berbagai macam.
Ada dua bentuk dari polimorfisme, yaitu overloading dan overriding. Overloading adalah pemakaian suatu nama yang digunakan untuk beberapa method yang di dalamnya mempunyai parameter yang berbeda-beda. Sedangkan overriding adalah deklarasi method subclass sama dengan method yang ada pada superclass nya.
Inilah sekelumit tentang pemrograman Java yang berorientasi objek. Jadi Boleh anda bilang sekarang Siapa yang takut akan Java. Selamat mendalaminya lagi dan selamat menikmati.
Referensi :
1. Analisa dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi Berorientasi Objek, Adi Nugraha, Penerbit Informatika, Bandung, 2002.
2. Tuntunan Pemrograman Java Jiild 2, Rangsang Purnama, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, 2008.
3. Java Untuk Orang Awam, Irawan, Maxikom, Palembang, 2007.
4. Berbagai sumber di course elerning: http//university.romisatriawahono.net

Sabtu, 10 Januari 2009

KEBEBASAN


Kebebasan ... dapat orang mendefinisikan macam-macam, Bisa bebas sebebasnya, bisa bebas ada batasnya bisa juga bebas yang diberikan.Silakan anda mau memilih bebas yang mana saja, sebab disini diberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat, bebas untuk mengekspresikan apa saja. Apakah yang dirasakan sekarang ini kita sudah bebas..? Bagaimana menurut anda. Misalkan saya akan memberikan sebuah contoh gambar. Disini kebebasan anda mengekspresikan dari tatapan mata mengenai gambar tersebut bisa apa saja jadinya. mungkin ada yang berpendapat suatu pemandangan yang indah dimana terpancar dari sinar mata anda yang berbinar. Ada juga yang berpendapat suasana alam yang gersang, dimana bisa terpancar dari memicingnya mata anda di bawah terik matahari.
Begitulah sekelumit arti kebebasan. Kebebasan secara umum dimasukan dalam konsep dari filosofi politik dan mengenali kondisi dimana individu memiliki kemampuan untuk bertindak sesuai dengan keinginannya.
Individualis dan konsepsi liberal dari kebebasan berhubungan dengan kebebasan dari individual dari luar keinginan; sebuah prespektif sosialis, di sisi lain, mempertimbangkan kebebasan sebagai distribusi setara dari kekuasaan, berpendapat kalau kebebasan tanpa kesamaan jumlah ke dominasi dari yang paling berkuasa.
John Stuart Mill, dalam karyanya, On Liberty, merupakan pertama yang menyadari perbedaan antara kebebasan sebagai kebebasan bertindak dan kebebasan sebagai absennya koersi. Dalam bukunya, Two Concepts of Liberty, Isaiah Berlin secara resmi merangka perbedaan antara dua prespektif ini sebagai perbedaan antara dua konsep kebebasan yang berlawanan: kebebasan positif dan kebebasan negatif. Penggunaan lain kemudian sebuah kondisi negatif di mana individu dilindunggi dari tirani dan arbrituari yang dilakukan oleh otoritas, sementara yang sebelumnya memasukan hak untuk memakai hak sipil, seperti pembuatan kantor.
Mill menawarkan penelusuran dalam pernyataan dari tirani lembek dan kebebasan mutual dengan prinsip gangguan.[1] Keseluruhan, penting untuk memahami konsep ini ketika mendiskusikan kebebasan karena semuanya mewakili bagian kecil dari teka-teki besar yang dikenal dengan Kebebasan (filosofi). Dalam pengertian filosofis, moralitas harus berada di atas tirani dalam semua bentuk pemerintahan yang sah. Jika tidak, orang akan dibiarkan berada dalam sistem sosietal yang diakari oleh keterbelakangan, ketidakteraturan, dan regresi.

Senin, 05 Januari 2009

Liburan Akhir Tahun 2008




Untuk mengisi liburan akhir tahun, tanggal 29 Desember 2008, kami bersembilan berkunjung ke villa anak alam yang letaknya dekat obyek wisata Cibodas Jawa Barat. Seru sekali disana..